Analisa Makna Pengalaman Siswa Madrasah Ibtidaiyah Dalam Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Tim Dengan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Sesuai Nilai Islami
Abstract
Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa menguasai keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah, yang semakin ditekankan dalam pendidikan dasar Islam. Namun, pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih cenderung berpusat pada guru, sehingga keterampilan sosial siswa seperti kerja sama dan komunikasi dalam kelompok tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pengalaman siswa MI dalam pembelajaran kolaboratif berbasis tim dengan model Problem Based Learning (PBL) serta mengukur pengaruhnya terhadap keterampilan sosial sesuai nilai Islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa kelas V MI Assunniyyah 45 Paseban, Kencong, Jember, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, didukung wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari 15 butir angket yang diuji, 13 butir dinyatakan valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,834) dan digunakan dalam pengumpulan data. Data dianalisis secara deskriptif serta diuji normalitas dan homogenitasnya sebelum dilakukan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor posttest yang signifikan dibandingkan pretest (Sig. < 0,05), yang menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif berbasis tim dengan model PBL secara signifikan meningkatkan makna pengalaman belajar siswa dan keterampilan sosialnya, khususnya dalam hal kerja sama, komunikasi, toleransi, dan ukhuwah Islamiyah. Temuan kualitatif dari wawancara dan observasi memperkuat hasil tersebut melalui triangulasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif berbasis PBL dapat dijadikan strategi efektif untuk memperkuat keterampilan sosial Islami siswa madrasah ibtidaiyah.



