https://ejournal.uas.ac.id/index.php/gemati/issue/feed GEMATI: Journal Research on Early Childhood Islamic Education 2026-08-01T21:39:56+00:00 Nihna Atho’a Rosfalia nihnarosfa@gmail.com Open Journal Systems <p><strong><em>GEMATI: Journal Research on </em></strong><strong><em>Early Childhood Islamic Education</em></strong> merupakan salah satu jurnal Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Universitas Al Falah As Sunniyah Jember. Jurnal ini memuat artikel penelitian tentang Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Dasar-Dasar Pendidikan AUD, Belajar dan Pembelajaran AUD, Perkembangan Psikologi Anak, Kesehatan dan Gizi, Media Pembelajaran AUD, Menejemen Kelas, Ethnoparenting AUD, Bermain dan Permainan, Metodologi Pengembangan Agama dan Moral AUD, Matematika dan Sains AUD, Pengembangan Kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran AUD, Bahasa dan Literasi AUD, Perkembangan Sosial dan Emosional AUD, Model Pembelajaran AUD, Menejemen Lembaga PIAUD, Pengembangan Fisik dan Motorik, Pengembangan Alat Permainan Edukatif, Inovasi Pendidikan AUD, Pengembangan Kemampuan Kognitif dan Kreatifitas AUD, Deteksi dan Analisis Tumbuh Kembang Anak,&nbsp; Pengembangan Seni AUD dan Berbagai Bidang yang berkaitan dengan Pendidikan Islam Anak Usia Dini.</p> https://ejournal.uas.ac.id/index.php/gemati/article/view/2970 Kegiatan Pramuka Prasiaga Dalam Menstimulasi Menstimulasi Keterampilan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun di TK Plus Al Hujjah 2026-05-04T08:40:56+00:00 Tisa Fitri Rosita tisafitri38@gmail.com Laily Nur Aisiyah Laily.fkip@unej.ac.id <p>This study aims to describe how Pramuka Prasiaga activities stimulate social skills in children aged 5–6 years at TK Plus Al-Hujjah. This is a descriptive qualitative research with subjects consisting of scout leaders and the school principal. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Pramuka Prasiaga activities positively stimulate children's social skills, especially in aspects of self-regulation, building relationships, expressing opinions, rule compliance, and social academic abilities. The leaders' communicative approach, joyful learning atmosphere, and reflective evaluations after each activity play a significant role in encouraging children's confidence to interact and express themselves. These activities not only develop interpersonal behavior but also train children to follow rules, listen to others, and cooperate within a group setting. The implementation of scout routines such as morning greetings, role-playing, teamwork challenges, and barung-based activities are proven to foster a sense of belonging and mutual respect. Therefore, Pramuka Prasiaga can be considered an effective alternative learning method to foster social development in early childhood. It serves as a character-building strategy that supports holistic development and prepares children to become socially competent individuals in their future educational environment.</p> 2026-04-30T08:42:58+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.uas.ac.id/index.php/gemati/article/view/2971 Pengaruh Permainan Simon Says Terhadap Konsentrasi Anak Kelompok A di TK Bina Anaprasa Nuris Jember 2026-06-12T08:06:56+00:00 sinta aulya dwi hapsari aulyasinta575@gmail.com Nanik Yuliati nanik.fkip@unej.ac.id Laily Nur Aisiyah laily.fkip@unej.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan Simon Says terhadap konsentrasi anak Kelompok A di TK Bina Anaprasa Nuris Jember. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pola Non-Equivalent Control Group dan melibatkan 36 anak yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi berdasarkan tiga indikator konsentrasi, yaitu kemampuan memfokuskan perhatian pada instruksi, keterlibatan aktif, dan lamanya konsentrasi. Setelah diberikan perlakuan, skor rata-rata kelompok eksperimen meningkat dari 64 menjadi 82. Karena data tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney dengan hasil nilai U sebesar 50,5 yang lebih kecil dari U tabel sebesar 61, serta tingkat signifikansi p &lt; 0,001. Dengan demikian, H₀ ditolak dan Hₐ diterima, yang berarti permainan Simon Says berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan konsentrasi anak. Permainan ini dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam pendidikan anak usia dini. Peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih memahami kondisi anak dan manajemen kelas, serta menggunakan suara yang jelas, lantang, dan bersikap tegas namun menyenangkan agar anak mudah mengikuti instruksi&nbsp;dengan&nbsp;baik. &nbsp;</p> 2026-05-09T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.uas.ac.id/index.php/gemati/article/view/3014 Studi Literature Tentang Strategi Penerapan Komunikasi Yang Efektif Dalam Konteks Pembelajaran Anak Usia Dini 2026-06-12T08:02:18+00:00 priyo firman Firman Priyo Suhasto harunaka247@gmail.com Chairun Nisa Fadillah cnfadillah27@gmail.com <p>Komunikasi yang efektif merupakan salah satu faktor kunci dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai strategi penerapan komunikasi yang efektif dalam konteks pembelajaran anak usia dini melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah analisis terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan hasil penelitian yang relevan dengan topik komunikasi dalam pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif dapat dibangun melalui penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, komunikasi nonverbal yang mendukung, serta pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan dan perkembangan anak. Selain itu, interaksi yang hangat antara guru dan anak serta penerapan metode pembelajaran berbasis bermain turut memperkuat efektivitas komunikasi dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang tepat tidak hanya meningkatkan pemahaman anak, tetapi juga mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif mereka. Oleh karena itu, pendidik diharapkan mampu mengembangkan keterampilan komunikasi yang adaptif dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.</p> 2026-06-12T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.uas.ac.id/index.php/gemati/article/view/3013 Pemanfaatan Pemanfaatan Buku Cerita Bergambar Sebagai Media Inovatif dalam Pengembangan Literasi dan Numerasi Anak Usia 4-5 Tahun 2026-06-22T02:41:47+00:00 Mailinda Anis Zulaiha mailinda@uas.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan buku cerita bergambar sebagai sarana inovatif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi pada anak usia 4-5 tahun. Metode yang diterapkan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah yang relevan dan terpublikasi dalam periode tahun 2020-2026. Data tersebut diperoleh dengan mencari informasi dari database akademik dan memilih sumber-sumber yang sesuai dengan topik pembahasan, memiliki kualitas yang baik, serta memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam pengembangan pembelajaran bagi anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi anak, khususnya dalam memperkaya kosa kata, memahami isi teks, serta meningkatkan rasa ingin tahu dan minat baca mereka. Selain itu, media ini juga dapat meningkatkan kemampuan numerasi dengan mengajarkan konsep matematika secara kontekstual melalui cerita yang menarik dan ilustrasi yang menarik. Menggunakan buku cerita bergambar dapat meningkatkan partisipasi aktif anak dalam belajar dan membentuk pengalaman pendidikan yang menyenangkan serta memberikan makna. Inovasi berupa buku digital dan interaktif semakin meningkatkan efektivitas media tersebut karena mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan belajar anak. Namun, keberhasilan penggunaan buku cerita bergambar sangat tergantung pada kualitas media yang digunakan serta kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengembangan media yang inovatif serta pemberian pelatihan kepada para pendidik agar penggunaan buku cerita bergambar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, buku cerita bergambar bisa menjadi solusi yang kreatif dalam meningkatkan kemampuan baca tulis dan berhitung anak-anak usia dini.</p> 2026-06-22T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.uas.ac.id/index.php/gemati/article/view/3319 Genealogi Konsep Fitrah dalam Tradisi Keilmuan Islam dan Relevansinya dengan Prinsip Golden Age dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Kajian Historis-Filosofis 2026-08-01T21:39:56+00:00 ach syaikhu 2127046701@inaifas.ac.id Rizqiyah Ratu Balqis balqis@uas.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menelusuri genealogi historis konsep fitrah dalam tradisi keilmuan Islam, dari Al-Ghazali (abad ke-11) dan Ibn Khaldun (abad ke-14) hingga formulasi sistematis Abdullah Nashih Ulwan (abad ke-20), serta mengkaji relevansinya dengan prinsip golden age dalam PAUD Islam kontemporer. Penelitian menggunakan metode <em>library research</em> dengan pendekatan historis-filosofis dan komparatif. Sumber primer meliputi Ihya’ Ulumiddin (Al-Ghazali), Muqaddimah (Ibn Khaldun), dan Tarbiyatul Aulad fi al-Islam (Ulwan). Sumber sekunder berupa artikel jurnal terindeks SINTA (2018–2024). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi serta analisis komparatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep fitrah Ulwan mencakup tujuh dimensi pendidikan: iman, akhlak, akal, jasad, nafs, ijtima'i, dan jinsiy, yang semuanya perlu distimulasi secara optimal pada masa awal kehidupan anak. Hal ini secara substantif paralel dengan konsep golden age yang menegaskan bahwa periode 0–6 tahun merupakan fase paling kritis bagi perkembangan otak dan pembentukan kepribadian. Perbedaan utama terletak pada landasan epistemologi: fitrah bersifat teologis-normatif, sedangkan golden age bersifat empiris-saintifik berbasis neurosains dan psikologi perkembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa genealogi historis fitrah membuktikan kedalaman tradisi keilmuan Islam dalam memahami pendidikan anak usia dini, dan formulasi Ulwan merupakan puncak sintesis historis yang dapat menjadi landasan ontologis autentik bagi PAUD Islam.</p> 2026-08-01T21:32:10+00:00 ##submission.copyrightStatement##