KONSELING REALITAS MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH MELALAUI KONSELING REALITAS DAN RELEVANSINYA TERHADAP KONSEP SYUKUR PERSPEKTIF IMAM ALGHAZĀLĪ DALAM KITAB IḤYĀ’U ‘ULŪMI AD-DĪN

Keluarga Sakinah, Konseling Realitas, Syukur

  • Aminullah Aminullah
  • puji maulana
  • Khoiro A’yun

Abstract

Perselisihan dan perceraian merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap menurunnya
kualitas generasi muda bangsa di masa yang akan datang. Suasana keluarga yang tidak harmonis tentu akan
sangat mengganggu kondisi psikologis seluruh anggota keluarga. Mewujudkan keluarga yang sakinah
merupakan impian bagi setiap pasangan yang menikah. Keluarga sakinah merupakan kondisi sebuah
keluarga yang sangat ideal yang terbentuk berlandaskan tuntunan Allah dan Rasul untuk mencapai
kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Namun dalam proses menjalani kehidupan berumah tangga tentunya
banyak tantangan, rasa suka duka yang harus dihadapi. Karena hidup itu tidak ada yang ideal kecuali bagi
dia yang bersyukur. Agar sebuah pernikahan dapat menjadi keluarga yang sakinah, kedua calon pengantin
harus melakukan persiapan yang cermat dan matang, diantaranya dengan layanan bimbingan dan konseling
dengan pendekatan realitas yaitu upaya membantu konseli untuk dapat bertanggung jawab dalam
menghadapi kenyataan dengan menggunakan kemampuan konseli untuk memilih perilaku yang efektif bagi
kehidupannya.

Fokus masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana mewujudkan keluarga sakinah melalui konseling realitas ? (2) Bagaimana konsep syukur perspektif Imam Al-Ghazālī dalam kitab Iḥyā’u ‘ulūmi ad-dīn ? (3) Bagaimana relevansi konseling realitas terhadap konsep syukur perspektif Imam Al-Ghazālī ?

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Dengan menggunakan teknik content analysis dan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dari pengumpulan data melalui berbagai sumber literatur dengan dibantu jurnal penelitian terdahulu. Dalam hal ini sebagai bahan analisis utama adalah kitab Iḥyā’u ‘ulūmi ad-dīn.

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa :(1) Mewujudkan keluarga sakinah melalui konseling realitas ialah upaya membantu pasangan calon suami istri atau suami istri oleh konselor profesional sehingga mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah dengan cara-cara yang saling menghargai, toleransi, dan dengan komunikasi yang penuh pengertian, sehingga tercapai motivasi berkeluarga, dengan menggunakan teknik WDEP, yaitu Want, Do, Evaluation, dan Planning. (2) Konsep syukur perspektif Imam Al-Ghazālī yaitu mempergunakan nikmat Allah SWT secara proporsional, meliputi; ilmu (pengetahuan), hal (perasaan), dan amal (tindakan), kemudian tindakan harus total; yaitu dengan hati, lisan, dan anggota badan. (3) Konsep syukur Al-Ghazālī tersebut relevan dengan prinsip konseling realitas yaitu total behavior yang mencakup; acting (bertindak), thinking (berfikir), feeling (merasa), dan physiology (anggota badan).

Published
2024-01-12
How to Cite
Aminullah, A., maulana, puji, & A’yun, K. (2024). KONSELING REALITAS MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH MELALAUI KONSELING REALITAS DAN RELEVANSINYA TERHADAP KONSEP SYUKUR PERSPEKTIF IMAM ALGHAZĀLĪ DALAM KITAB IḤYĀ’U ‘ULŪMI AD-DĪN. Journal of Education Counseling, 2(1), 52-65. https://doi.org/10.62097/jec.v2i1.1572
Section
Articles